"Kita sudah cukup begini, kita hanya punya nama baik, itu saja yang harus kita jaga terus." (Muhammad Hatta)
Tampilkan postingan dengan label Opini dan Realita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini dan Realita. Tampilkan semua postingan

Pilkades Milyaran di Desa Tetangga

Rabu, 27 November 2019

Pilkades Desa Kadu Tangerang 2019.
Sumber: Dokumentasi prbadi.

Siang tadi tepat di persimpangan jalan Kampung Kadu Kaler, aku berpapasan dengan kampanye calon Kades warna merah di Desa tetangga. Suasananya riuh. Para pendukung antusias mengelukan sang calon yang merupakan keponakan dari Kades petahana Dokterandus Atan, lurah sekaligus sultan di Desa Kadu yang kini sudah almarhum.

Pak Mansyur Dari Pos Bitung

Kamis, 15 Februari 2018

Pak Mansyur Sumringah
Aku tak menanyakan berapa dia punya usia, dari poto di atas kau bisa menebak berapa usianya. Kakek tua ini sering terlihat di sekitar pertigaan Pos Bitung. Berjalan mondar-mandir mulai dari lapangan Pertamina hingga kolong tol atau mulai dari masjid Pos Bitung hingga depan gudang Djarum.

KAMVRET

Kamis, 19 Mei 2016

Macet Amat (sumber gambar: Google - beritatrans.com)
Apa yang kau banggakan dengan menjadi orang kota?

Dari Ci Sadane Hingga Ci Durian, Cerita Dari Tanah Sejuta Buruh

Minggu, 01 Mei 2016


Sekitar tiga puluh kilometer ke arah barat dari pusat Jakarta, terdapatlah sebuah wilayah bernama Tangerang. Dialiri dua sungai besar, Ci Sadane dan Ci Durian. Penamaan tempatnya sendiri  adalah warisan salah eja kompeni yang mengucapkan Tanggeran menjadi Tangerang. Orang-orang tua zaman dulu lebih senang  menyebut Tangerang dengan sebutan Benteng, karena memang pernah berdiri perbentengan kompeni yang dibangun untuk menghadapi Kesultanan Banten.

Tangerang terletak strategis sehingga dilewati Jalan Raya Pos yang terkenal dengan panjang 1.000 kilometernya dari Anyer hingga Panarukan. Jalan yang diperlebar semasa Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels itu melewati wilayah yang kini disebut Jayanti, Balaraja, Cikupa, Tangerang Kota – hingga ke Kalideres. 

Selain dilewati jalan yang kini menjadi jalan nasional utama, Tangerang pun dilewati jalan bebas hambatan. Urat nadi baru yang dibangun semasa Soeharto berkuasa. Menghubungkan Jakarta hingga ke Merak yang tidak selalu tanpa hambatan, karena di jam-jam sibuk macet menular di Gerbang Tol Karang Tengah.