Assalamu'alaikum WR, WB.
Sebelumnya Alhamdulillah Hirabbil'alamin, ucap syukur gw kepada Allah SWT yang udah melimpahkan rahmat, rezki dan barokah-Nya di setiap detik jejak waktu kepada semua makhluk-Nya.
Yoman, no more word, no more say, no more to gel (wuidih, gila... bahasa China elu jago amat genk...) akhirnya gw bisa kuliah di tahun ini sodara-sodara. Kini puisi 'Mungkin 2013' menjadi benar-benar fiksi, karena pada kenyataannya gw bisa kuliah lebih cepat bray. #loncatloncat
Alhamdulillah, Akhirnya...
Senin, 09 Juli 2012
Maaf nak, Ibu jadi TKW.
Senin, 18 Juni 2012
Sebut saja namanya Atun. Hanya Atun, itu saja, tak punya
nama belakang apalagi gelar bangsawan. Jauh sebelum Atun pergi ke Malaysia, ibu
muda yang hanya lulus SD ini sebenarnya sudah lama malang-melintang menjadi
pembantu kesana-kemari. Dia adalah spesialis di bidang yang bagi sebagian orang
di anggap sebelah mata. Ibarat kuliah, sudah seharusnya ia mendapat gelar
Master untuk profesinya.
Sebenarnya Atun lebih senang bekerja di rumah para juragan
di kota asalnya di Cirebon. Atun ingat betul saat pertama kali ia diterima bekerja
sebagai pembantu di salah satu juragan ikan di sana. Delapan Tahun ia bekerja,
ia selalu senang, tak pernah marah atau bahkan mengeluh dengan satu kata
‘haduh’ meski upah yang dia terima hanya sepertiga dari upah yang ia terima di
Malaysia. Di sana pula Atun bertemu Pendi, yang akhirnya meminang Atun hingga ia dikaruniai tiga orang putri. Tapi
apa daya, krisis 98 membuat sang juragan gulung tikar dan bangkrut, sampai akhirnya terpaksa mem-PHK Atun yang merupakan salah satu dari tiga orang
pembantu yang dimiliki sang juragan.
Selepas krisis hanya tinggal Pendi sang suami tercinta yang
menjadi harapan bagi Atun dan keluarganya di Desa. Tapi cerita hidup berbeda
saat ekonomi mulai menggeliat kembali di awal tahun 2000. Saat itu Pendi
memutuskan untuk merantau ke Kalimantan menjadi buruh kasar di salah satu
perusahaan kayu di sana. “Kenapa kamu harus pergi mas?” tanya Atun lirih.
Kategori
Cerita Murahan,
Uniknya Indonesia
Seimbang Dalam Sajak
Senin, 28 Mei 2012
Seimbang antara Mal dan Pasar Becek
Seimbang antara Jajanan Mahal dan Comberan
Seimbang antara Barat dan Timur
Seimbang antara Liberal dan Konservatif
Seimbang antara Modern dan Tradisional
Pernahkah Terpikir itu?
Aku pernah...
Meski tak pernah benar-benar selalu imbang...
Pasar Becek, Jajanan Comberan, Timur, Konservatif dan Tradisional lebih dominan menggenggam, mendekap ramah...
Meski tak kutampik tanpa munafik
Aku menikmati Mal, Jajanan Mahal, Barat, Liberal dan Modern yang setiap hari menyapa, memeluk hangat mesra...
Tapi mungkin...
Lain cerita untukmu
Yang hidup bersama gelondongan uang
Yang hidup bersama kemahsyuran logika
Yang hidup bersama matangnya cita-cita
Mal, Jajanan Mahal, Barat, Liberal dan Modern yang aduhai mungkin telah mendarah daging
Menenggelamkan jatidiri sebenarnya
Beradaptasi
Menghanyutkan reputasi akan asal-usul sebenarnya
Lantas lenyap kata 'siapa kita sebenarnya...!'
Mungkin...
Tapi...
Tahukah kau?
Kini aku mengerti
Bahwa selembar uang sepuluh ribu rupiah lebih berarti dan berdampak di Pasar Becek ketimbang di Mal
Hahaha...
Seimbang antara Jajanan Mahal dan Comberan
Seimbang antara Barat dan Timur
Seimbang antara Liberal dan Konservatif
Seimbang antara Modern dan Tradisional
Pernahkah Terpikir itu?
Aku pernah...
Meski tak pernah benar-benar selalu imbang...
Pasar Becek, Jajanan Comberan, Timur, Konservatif dan Tradisional lebih dominan menggenggam, mendekap ramah...
Meski tak kutampik tanpa munafik
Aku menikmati Mal, Jajanan Mahal, Barat, Liberal dan Modern yang setiap hari menyapa, memeluk hangat mesra...
Tapi mungkin...
Lain cerita untukmu
Yang hidup bersama gelondongan uang
Yang hidup bersama kemahsyuran logika
Yang hidup bersama matangnya cita-cita
Mal, Jajanan Mahal, Barat, Liberal dan Modern yang aduhai mungkin telah mendarah daging
Menenggelamkan jatidiri sebenarnya
Beradaptasi
Menghanyutkan reputasi akan asal-usul sebenarnya
Lantas lenyap kata 'siapa kita sebenarnya...!'
Mungkin...
Tapi...
Tahukah kau?
Kini aku mengerti
Bahwa selembar uang sepuluh ribu rupiah lebih berarti dan berdampak di Pasar Becek ketimbang di Mal
Hahaha...
Kategori
Opini dan Realita,
Sajak Comberan
Mungkin 2013
Jumat, 10 Februari 2012
Satu cita-cita yang belum terwujud,
gw pengen kuliah, gw masih pengen sekolah,
tapi kenyataan berkata lain,
kuliah masih sangatlah mewah buat gw,
Beasiswa,
sepertinya mustahil buat orang yang,
seperti gue,
tak punya komitmen jelas,
tak punya keinginan kuat,
cengeng,
cemen,
Kategori
Aneh-aneh dan ngasal,
Sajak Comberan
Membahas 2 tahun kedigdayaan 'oh iya, untuk beberapa halaman masih dalam konstruksi'
Minggu, 05 Februari 2012
Salam sejahtera untuk pengunjung setia 'Bgenk Blog', tak terasa 'Bgenk Blog' sudah 2 tahun menghiasi layar LCD (dibaca el-si-di bukan bo-jong-ke-nyot),LED (dibaca el-i-di bukan mik-ro-let) atau pun menghiasai layar TFT anda yang tambun. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih karena telah menggunakan teknologi supercanggih seperti PC, Lepie, Smartphones atau pun Tablet untuk me-LOAD halaman ganteng 'Bgenk Blog' meskipun realitasnya mayoritas pengunjung 'Bgenk Blog' berasal melalui jolang dan gayung.
Kedigdayaan, benar sebuah kata yang pantas untuk 'Korupsi di Negri ini'. Sebuah kata yang pantas untuk 'Arogansi Elit Politik di Negri ini'. Sebuah kata yang pantas untuk 'Mahalnya Pendidikan di Negri ini' atau sebuah kata yang pantas untuk 'Ekspektasi Sebagian Orang Kaya Yang Menjatuhkan Harga Gabah Pak Tani?' entahlah, si Bgenk Ganteng galau memikirkannya. Jelasnya, Bgenk Blog sudah berusia 2 tahun. Dan pembahasan Editorial Bgenkblog kali ini adalah 2 tahun sudah kedigdayaan marquee text 'OH IYA, UNTUK BEBERAPA HALAMAN MASIH DALAM KONSTRUKSI' menghiasi header Blog Terbaik ini (Se-Kecamatan Belut, -red).
Kedigdayaan, benar sebuah kata yang pantas untuk 'Korupsi di Negri ini'. Sebuah kata yang pantas untuk 'Arogansi Elit Politik di Negri ini'. Sebuah kata yang pantas untuk 'Mahalnya Pendidikan di Negri ini' atau sebuah kata yang pantas untuk 'Ekspektasi Sebagian Orang Kaya Yang Menjatuhkan Harga Gabah Pak Tani?' entahlah, si Bgenk Ganteng galau memikirkannya. Jelasnya, Bgenk Blog sudah berusia 2 tahun. Dan pembahasan Editorial Bgenkblog kali ini adalah 2 tahun sudah kedigdayaan marquee text 'OH IYA, UNTUK BEBERAPA HALAMAN MASIH DALAM KONSTRUKSI' menghiasi header Blog Terbaik ini (Se-Kecamatan Belut, -red).
![]() |
| Gambar Kedigdayaan Tersebut |
Langganan:
Postingan (Atom)
