"Kita sudah cukup begini, kita hanya punya nama baik, itu saja yang harus kita jaga terus." (Muhammad Hatta)

Dari Ci Sadane Hingga Ci Durian, Cerita Dari Tanah Sejuta Buruh

Minggu, 01 Mei 2016


Sekitar tiga puluh kilometer ke arah barat dari pusat Jakarta, terdapatlah sebuah wilayah bernama Tangerang. Dialiri dua sungai besar, Ci Sadane dan Ci Durian. Penamaan tempatnya sendiri  adalah warisan salah eja kompeni yang mengucapkan Tanggeran menjadi Tangerang. Orang-orang tua zaman dulu lebih senang  menyebut Tangerang dengan sebutan Benteng, karena memang pernah berdiri perbentengan kompeni yang dibangun untuk menghadapi Kesultanan Banten.

Tangerang terletak strategis sehingga dilewati Jalan Raya Pos yang terkenal dengan panjang 1.000 kilometernya dari Anyer hingga Panarukan. Jalan yang diperlebar semasa Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels itu melewati wilayah yang kini disebut Jayanti, Balaraja, Cikupa, Tangerang Kota – hingga ke Kalideres. 

Selain dilewati jalan yang kini menjadi jalan nasional utama, Tangerang pun dilewati jalan bebas hambatan. Urat nadi baru yang dibangun semasa Soeharto berkuasa. Menghubungkan Jakarta hingga ke Merak yang tidak selalu tanpa hambatan, karena di jam-jam sibuk macet menular di Gerbang Tol Karang Tengah.

5 Penyanyi Dangdut Perempuan Terseksi

Jumat, 29 April 2016

sumber: bintang.co
Assalamu’alaikum, Wr, Wb.

Sesekali bolehlah saya bikin tulisan iseng dan tentu saja tidak bermakna seperti tulisan-tulisan saya sebelumnya. Hehehe...

Ya kali ini saya akan ngomongin dangdut. Salah satu jenis musik yang  irama dan liriknya dapat dengan mudah diterima oleh kalangan akar rumput seperti saya. Salah satu jenis musik yang irama dan liriknya selalu laris manis saat musim adu politik tiba. Salah satu jenis musik yang irama dan liriknya selalu dipandang jauh dari kemahsyuran seni ala barat oleh para nasionalis borjuis peniru barat, yang menganggap bahwa dangdut tidak bisa sejajar dengan musik jazz atau musik klasik. Padahal saya yakin, seandainya dulu Miles Davis dan Wolfgang Amadeus Mozart sudah mendengarkan lagu Rembulan Bersinar Lagi kepunyaan ayah  Mansyur S, mereka tentu akan memuji-muji bagaimana dangdut bisa begitu easy listening di telinga (kalau gak percaya, datang aja sono ke kuburannya Mozart bawa VCD-nya Mansyur S).

Meski dari sisi gengsi dalam label intelektualitas dangdut kalah pamor, setidaknya di Indonesia kini dangdut menjadi jenis musik yang menguntungkan secara komersil. Terbukti, penyanyi-penyanyi dangdut Ibukota yang sudah masuk TV Nasional sudah bisa hidup bergelimang harta. Juga acara-acara musik dangdut yang kian hari kian dikemas menarik dan glamour baik di TV-TV maupun di acara hajatan-hajatan, meski kadang mengenyampingkan etika.

semua perempuan sama saja

Kamis, 21 April 2016

kalau menggoda hatinya
kami harus lemah lembut
tak boleh marah dan cemberut

dan kalau ingin meraih cintanya
kami harus pantang menyerah
tak boleh cengeng dan payah

Kritik Pedas Untuk Portal Website Pemerintah Kabupaten Tangerang

Selasa, 19 April 2016

ilustrasi gambar: simpelmenarik.blogspot.com
Assalamu'alaikum, Wr, Wb.

Ide untuk menulis tentang kritik terhadap portal website pemerintah daerah Kabupaten Tangerang ini awalnya muncul di perbincangan kopdar bloger Tangerang pada medio januari 2014 lalu. Celetukan pertama datang dari Kang Kombor yang bilang "Coba gw orang sini, gw tulis tuh website Kabupaten," kurang lebih gitu deh perkataan Kang Kombor.

Detik demi detik berlalu, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, sampai berbulan-bulan. Bertahun-tahun, sampai gatet (singkong mentah yang dikupas kulitnya terus digantungin sampe berbuluk) di belakang rumah tak tersisa karena udah menjadi nikmat coy dicampur parutan kelapa. Hehehehe....

Begitu lamanya waktu berlalu tetap saja, portal resmi milik pemerintah daerah tercinta saya yang beralamat di www.tangerangkab.go.id tidak pernah ada perubahan. Merasa terbebani secara moral dan keilmuan (ciaaa sombong amat saya...), akhirnya saya coba memberanikan diri untuk sok pintar melakukan analisa, riset, dan lain sebagainya secara mandiri. Menjadi orang yang paling kepo dan usil atas urusan orang. Ralat, atas urusan publik. Ketahuilah, portal website pemerintah ini pasti dikembangkan dari dana pajak milik rakyat, tentu saja untuk keperluan rakyat, dan merupakan hal yang wajar apabila rakyat perlu tahu hal tersebut.

Usil: buat apa menjadi pintar?

Senin, 18 April 2016

"Buat apa menjadi pintar, kalau menjadi pintar hanya membuatmu sombong? Lebih baik ikut denganku, kita ngopi sambil merokok, akan kutunjukan padamu bagaimana kami (orang bodoh) menikmati kekalahan tanpa membenci pemenangnya." (Gung Kasep)