"Kita sudah cukup begini, kita hanya punya nama baik, itu saja yang harus kita jaga terus." (Muhammad Hatta)

Mengomentari Berita Pembangunan Yang Pro Pemerataan

Sabtu, 02 Mei 2015

Berita: 

Tol Trans Sumatera Dilengkapi Rel KA dan Pipa Gas, Jokowi: Ini Untuk 100 Tahun


Link: 


Komentar:

Ini keuntungannya punya Presiden dari tukang insinyur, meski Jokowi insinyur kehutanan, toh sama-sama lahir dari embrio yang sama (TEKNIK) yang familiar dengan hal teknis, bicara hal teknis itu berarti sudah masuk ke dalam tahap perencanaan sekaligus penerapan. Presiden dari kalangan teknik itu memang cocok buat Negara berkembang, yang lagi butuh-butuhnya pembangunan infrastruktur berkualitas dan tentunya merata.


Insinyur Soekarno (anak teknik juga, teknik sipil lagi) dulu udah punya visi tentang bagaimana seharusnya membangun Indonesia yang lebih merata dan setara dengan negara maju, tapi akhirnya diacak-acak selama 32 tahun oleh militer yang haus kekuasaan yang menyebabkan pembangunan cuma terjadi di pulau jawa khususnya Jakarta. Karena tak pernah belajar teknik, mereka tak pernah berpikir dampak yang bakal timbul, yang mereka pikir cuma bagaimana bangunan itu jadi (meski jelek), bisa dipakai dan bisa dibongkar lalu dibangun lagi.

Dampaknya sekarang? Jakarta over populasi, juga beberapa kota besar, macet sana-sini. Sedang daerah lain? sepi gak berkembang. Dan terjadilah budaya korup dalam pembangunan, menyebar dari pusat ke daerah-daerah. Sampai mirisnya, penentu-penentu kebijakan pembangunan yang duduk di pemerintahan gak punya mimpi tentang pembangunan, kalo ditanya pembangunan yang WOW, mereka gak pede. Mereka selalu jawab, "kita gak punya uang, kita gak punya SDM, kecuali kalau negara maju mau biayain mulai dari studi kelayakan sampai tahap konstruksi dan operasi".

Terakhir, di Indonesia, orang-orang Jakarta bisa mencari uang sebanyak-banyaknya dengan sangat mudah, sedang di desa-desa orang-orang dipaksa miskin karena gak ada yang bisa dikembangin. Masalahnya dimana lagi kalo bukan pembangunan tidak merata.

Jadi pertanyaannya masih mau nyinyir Jokowi?

*sotoy dan out of the topic* :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kalau mau komen silahkan komen. Siapa aja boleh komen, apa aja asal tidak menghina SARA. Woles men...