Akhirnya,
Aku dijegal kantuk.
Aku dibantai lapar.
Aku dihantam lelah.
Maaf,
Bukan tak tergoda padamu.
Bukan tak sayang padamu.
Bukan tak cinta padamu.
Akhirnya,
Aku menyerah bersama waktu mencumbu,
menjamah mesra kamu malam ini.
Maaf,
Duhai secarik cara pengharapanku.
Duhai laporan bulananku,
yang gagal terselesaikan malam ini.
------------------------------------
Tangerang, Rabu 23 Oktober 2013
Pagi Buta Jam 03:46
Repost From My FB :D
Sajak Untuk Laporan Bulanan
Kamis, 24 Oktober 2013
Cerita Lebaran 1434 Hijriah (Bagian 1)
Rabu, 28 Agustus 2013
Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarakaatuh
Sebenernya tulisan gw kali ini gak mau panjang lebar, tapi apa daya, karena keasyikan nulis akhirnya nih tulisan panjangnya ngalahin Longer Heavier Vehicle (dibaca: lonjer hipaie'r pihaike'l disingkat: truk kontainer) hingga harus di bikin 2 bagian. Hahahahaha... Prett, bilang aja geng lu males mikir lagi buat nulis.
Ok tanpa banyak prakata pembuka kita langsung ajach ke TKP (Tanda Kartu Penduduk). :D :D :D
Alhamdulillah HiRabbil'alamin... Karena lebaran kemaren 1434 hijriah gw masih diberi umur, sehat badan wal'afiat jadi bisa kumpul-kumpul bareng keluarga besar baik keluarga engkong dari emak gw yang orang Arab (dibaca: Orang Pasirandu, Curug Tangerang), dan keluarga besar Almarhum engkong dari abah gw yang orang Jerman (dibaca: Orang Kampung Kadu, Curug, Tangerang).
Sebelumnya gw dan keluarga mengucapkan Minal Aidzin Walfaidzin, mohon maaf lahir dan bathin. Mumpung masih bulan Syawal. :)
Sebenernya tulisan gw kali ini gak mau panjang lebar, tapi apa daya, karena keasyikan nulis akhirnya nih tulisan panjangnya ngalahin Longer Heavier Vehicle (dibaca: lonjer hipaie'r pihaike'l disingkat: truk kontainer) hingga harus di bikin 2 bagian. Hahahahaha... Prett, bilang aja geng lu males mikir lagi buat nulis.
Ok tanpa banyak prakata pembuka kita langsung ajach ke TKP (Tanda Kartu Penduduk). :D :D :D
Alhamdulillah HiRabbil'alamin... Karena lebaran kemaren 1434 hijriah gw masih diberi umur, sehat badan wal'afiat jadi bisa kumpul-kumpul bareng keluarga besar baik keluarga engkong dari emak gw yang orang Arab (dibaca: Orang Pasirandu, Curug Tangerang), dan keluarga besar Almarhum engkong dari abah gw yang orang Jerman (dibaca: Orang Kampung Kadu, Curug, Tangerang).
Sebelumnya gw dan keluarga mengucapkan Minal Aidzin Walfaidzin, mohon maaf lahir dan bathin. Mumpung masih bulan Syawal. :)
| Engkong Haji Ondeng yang lahir sejak dekade 30-an poto bareng cucunya yang paling ganteng yaitu gw. Engkong sudah 7 tahun menduda, mungkin kalo ada rekanita blogger yang naksir ayo silahkan :D |
Sajak Melawan Arus
Selasa, 13 Agustus 2013
Mengikuti arus yang tak kau sukai itu pahit,
Sekuat apa pun tertawa, Sekuat apa pun gembira, Sekuat apa pun ceria,
Tak akan cukup kuat untuk menyatu bersama gerusan arus,
Melawan arus yang tak kau sukai itu utama,
Selemah apa pun tangis, Selemah apa pun sedih, Selemah apa pun murung,
Tak akan cukup lemah untuk terpisah sedari gerusan arus,
Ini persoalan jati diri, bukan perihal pemaksaan asumsi,
Selama tak ada bukan kamu merugi, itu adalah kebenaran,
Ini tak lebih dari sandiwara yang disandiwarakan,
Layaknya orang kecil yang banyak mimpi dalam bermimpi,
Sekuat apa pun tertawa, Sekuat apa pun gembira, Sekuat apa pun ceria,
Tak akan cukup kuat untuk menyatu bersama gerusan arus,
Melawan arus yang tak kau sukai itu utama,
Selemah apa pun tangis, Selemah apa pun sedih, Selemah apa pun murung,
Tak akan cukup lemah untuk terpisah sedari gerusan arus,
Ini persoalan jati diri, bukan perihal pemaksaan asumsi,
Selama tak ada bukan kamu merugi, itu adalah kebenaran,
Ini tak lebih dari sandiwara yang disandiwarakan,
Layaknya orang kecil yang banyak mimpi dalam bermimpi,
____________________________________________
Tangerang, 13 Agustus 2013
03:03 WIB
Sajak Takbir 1434 H
Rabu, 07 Agustus 2013
Tak Banyak Huruf
Hanya Ucap Syukur
Alhamdulillah Hirabbil A'lamin
Yang
Menyatu
Bersama
Gema Takbiran
Genangan Hujan
Ledakan Petasan
Riuhnya Kebersamaan
Bahwa Gw Bisa Kembali Bertakbir
Selamat Bertakbir
Semoga Takbir Kali Ini
Hilang Semua Resah
Hilang Semua Amarah
Hilang Semua Payah
Esok Kita Gembira Berlebaran
Kubur Semua Duka Berlebihan
____________________________________
Tangerang, Malam Takbir 1 Syawal 1434 H
07 Agustus 2013 20:17
Hanya Ucap Syukur
Alhamdulillah Hirabbil A'lamin
Yang
Menyatu
Bersama
Gema Takbiran
Genangan Hujan
Ledakan Petasan
Riuhnya Kebersamaan
Bahwa Gw Bisa Kembali Bertakbir
Selamat Bertakbir
Semoga Takbir Kali Ini
Hilang Semua Resah
Hilang Semua Amarah
Hilang Semua Payah
Esok Kita Gembira Berlebaran
Kubur Semua Duka Berlebihan
____________________________________
Tangerang, Malam Takbir 1 Syawal 1434 H
07 Agustus 2013 20:17
Coretan 20 Mei (Bagian 2)
Minggu, 19 Mei 2013
Sudah
105
Tahun
Berarti
Semakin
Tua
Perlawanan
Terhadap
Pembodohan
Di
Negara
Ini
Pembodohan
Yang
Menghancurkan
Harapan
Kesatuan
Persatuan
Bagi
Negara
Ini
Pembodohan
Yang
Menghancurkan
Harapan
Kesatuan
Persatuan
Bagi
Negara
Ini
Tapi
Pemimpin
Pemimpin
Kami
Masih
Banyak
Yang
Terjebak
Kebodohan
Kebodohan
Hingga
Memunafikan
Nasionalisme
Menyedot
Habis
Nasionalisme
Untuk
Perutnya
Untuk
Jidatnya
Hingga
Memunafikan
Nasionalisme
Menyedot
Habis
Nasionalisme
Untuk
Perutnya
Untuk
Jidatnya
Pun
Dengan
Rakyat
Rakyatnya
Termasuk
Saya
Yang
Masih
Di
Terjang
Bahkan
Ikut
Menerjang
Bersama
Kebodohan
Kebodohan
Yang
Masih
Saja
Belum
Sepenuhnya
Membanggakan
Negara
Ini
***
Untuk
Indonesia
Ayo
Terus
Bangkit
Yang
Masih
Saja
Belum
Sepenuhnya
Membanggakan
Negara
Ini
***
Untuk
Indonesia
Ayo
Terus
Bangkit
!!!
______________________________________________________________________
Tangerang, 19 Mei 2013 Jam 23:38
22 Menit Menjelang 105 Tahun Kebangkitan Nasional
Kategori
Opini dan Realita,
Sajak Comberan
Langganan:
Postingan (Atom)
