"Kita sudah cukup begini, kita hanya punya nama baik, itu saja yang harus kita jaga terus." (Muhammad Hatta)

Untuk Mahalnya Pendidikan

Kamis, 31 Januari 2013

Source: http://beritabangkalan.wordpress.com/2011/07/20/pendidikan-mahal-melanggengkan-kemiskinan/
Pendidikan Sudah menjadi Industri.
Pendidikan Sudah Menjadi Komoditi.
Pendidikan Kini Terkomersialisasi.
Pendidikan Kini Terkapitalisasi.
Haha... Pendidikan Tak Mau Lagi Menjadi Barang Sosial...

Ini Cerita Nyata Akhir Semester 1,
3 Teman Harus Pasrah Mengubur Cita-citanya Menjadi Insinyur.
Yang 2, Mereka Kalah Oleh Ketidak-PEDE-an Membayar Biaya.
Yang 1, Dia Kalah Oleh Judge Ka Prodi Karena Bengkaknya Biaya.
Haha... Pendidikan Tak Mau Lagi Mengenal Pahit Rugi...

Yang Membuat Aku Sangat Geli Adalah...
Ketika Sang Bos Universitas Dengan Seenak Jidat Bolak-balik.
Bersama Pajero Sport Berplat Nomor B 805 UMT.
Bersama Gagahnya Jas Yang Terpasang.
Seperti Menggelitik Nurani, Mengolok-olok Cuih...!

3 Temanku Itu Memang Bukan Orang Cerdas Seperti Anak-anak BEM Yang Di Doktrin Hanya Untuk Pintar Omong.

3 Temanku Itu Memang Bukan Orang Aktif Layaknya Mahasiswa Aktivis Yang Di Doktrin Untuk Menghabiskan Waktu Di Kampus.

3 Temanku Hanya Pekerja Pabrik, Buruh Kontrak, Pegawai Biasa Tak Ada Waktu Untuk Mengharapkan Beasiswa.

3 Temanku Hanya Tahu Bahwa Mereka Bisa Kuliah Malam, Mendapat Ijazah, Lantas Berharap Mendapat Gaji Berkali Lipat Dari UMR.

3 Temanku Hanya Tahu Bahwa Mereka Harus Menyisihkan Uang Untuk Keluarga, Jajan, Kredit Dan Sedikit Untuk Biaya Kuliah.

Mungkin Ada Benarnya, Orang Kecil Gak Usah Kuliah...
Orang Kecil Gak Usah Pintar...
Orang Kecil Harus Selamanya Kecil, Kecil Sekali, Hingga Bodoh.
Hingga Negara Ini Hanya Punya Sedikit Orang Pintar. Hingga Negara Ini Tetap Bodoh.
Hingga Seperti Lirik PUNK, "Yang Pintar Membodohi, Yang Bodoh Dibudayakan" Bodoh Negeri Ini.

Untuk Temanku, Sorry GW Gak Mampu Berbuat Banyak, Karena Gw Pun Masih Dispensasi.
Gw Cuma Mampu Nulis Ini Di Internet, Berharap Dapat Di baca Oleh Siapa Saja.
Semoga Tahun Depan Lu Bisa Lanjutin Meraih Ijazah Insinyur.
Semoga Sistem Beasiswa Tak Hanya Memihak Orang Cerdas.
Semoga Beasiswa Memihak Orang Yang Ingin Bercita-cita.

Ingat, Kehidupan Dunia Emang Gak Pernah Adil.
Tetap Semangat Seenak Jidat Bro.

Gombal Part 3

Jumat, 04 Januari 2013

Assalamu'alaikum.
Saya Buka Catatan-catatan Lama Masa SMA.
Haha...


Ini Gombal Part 1
Bunga merekah, Karena kau tersenyum 
Mega menghitam, Jika kau bersedih 
Dunia gembira, Karena kau tertawa 
Badai kelabu, Jika kau menangis 
Dan satu . . . 
Kaulah kata gombal terindah bagiku

Anda Tahu? Ya, Anda Yang Saya Beri Link Khusus Melalui Pesan Di Salah Satu Sosial Media.
Anda Tahu? Ya, Anda Yang Bukan Teman-teman Bloger Seperjuangan.
Anda Tahu? Ya, Anda Yang Bukan Anonymous Yang Nyasar Dari Search Engine.
Anda Tahu? Ya, Anda Yang Tentu Perempuan Yang Pernah Saya Dekati Degan Gaya Gajebo.
Hihihihi...
Tahukah Anda?

Source: http://lucu-x.blogspot.com/2012/12/kata-kata-rayuan-gombal-paling-romantis.html
Ini Gombal Part 3
Lebih Gombal Dari Part 1
Bunga Merekah Dan Bukan Hanya Bunga, Tapi Emak Bunga, Nenek Bunga Hingga Semua Moyang Bunga Merekah. Ya, Hanya Karena Kau Tersenyum.
Mega Menghitam Dan Bukan Hanya Mega, Tapi Banyak Mega, Segala Mega Hingga Semua Seluruh Mega Menghitam. Ya, Hanya Karena Kau Bersedih.
Dunia Gembira Dan Bukan Hanya Dunia, Tapi Lain Dunia, Dunia Tak Dikenal Hingga Semua Jenis Dunia Gembira. Ya, Hanya Karena Kau Tertawa.
Badai Kelabu Dan Bukan Hanya Badai, Tapi Badai Yang Membadai, Badai Tiruan Hingga Badai Kerispatih Kelabu. Ya Hanya Karena Kau Menangis.
Kaulah Kata Gombal Yang Tak Lagi Terindah..
Kaulah Justru Kata Mahagombal Yang Tak Pernah Terkalahkan Di Buku Sastra Mana Pun.


Ini Gombal Part 2
Gemuruh guntur,
Saat kau marah
Dunia menggersang,
Saat kau murung
Tapi . . .
Senyummu,
Jadikan aku tak berdaya
Hingga ku tak sanggup lagi
Merancang kata gombal terindah di sini

Anda Tahu? Ya, Anda Yang Saya Beri Link Khusus Melalui Pesan Di Salah Satu Sosial Media.
Anda Tahu? Ya, Anda Yang Bukan Teman-teman Bloger Seperjuangan.
Anda Tahu? Ya, Anda Yang Bukan Anonymous Yang Nyasar Dari Search Engine.
Anda Tahu? Ya, Anda Yang Tentu Perempuan Yang Pernah Saya Dekati Degan Gaya Gajebo.
Hihihihi...
Tahukah Anda?

Ini Gombal Part 3
Lebih Gombal Dari Part 2
Gemuruh Guntur, Datang Bersama Hujan Badai Dan Hal Yang Membuatku Sedih.
Hanya Saat Kau Marah.
Dunia Menggersang, Datang Bersama Rontoknya Dedaunan Dan Hal Yang Membuatku Takut.
Hanya Saat Kau Murung.
Tapi... Banyak Tapi...
Senyummu, Bahkan Bayangan Senyummu... Meski Hanya Bayangan...
Jadikan Aku Sangat... Sangat Tak Berdaya
Hingga Ku Tak Sanggup Lagi... Sangat Tak Sanggup...
Merancang Kata Mahagombal Sekalipun Di Sini..
Tak Sanggup.

Demikian Gombal Part 3.
Mungkin Akan Saya Rangkai Gombal Part 4
Tapi Saya Pesimis Mampu Merangkai Gombal Part 4.
Sangat Pesimis Meski Mungkin Nanti Saya Gagal Meraih Hati Anda.
Sangat.

Hihihihi.. :D
Wassalamu'alaikum.
_________________
Tangerang, 04 Januari 2012
Jam 23.56

Sajak Kebencian Untuk Jakarta

Selasa, 25 Desember 2012

Source: http://www1.pu.go.id/uploads/berita/ppw311008gt.htm
Dear Jakarta.

Hai Ibukota Yang Dibangun Dengan Seenak Jidat.
Sudah Sejak Lama Aku Membenci Kesemrawutan Nyatamu.
Sudah Sejak Lama Aku Membenci Kemegahan Palsumu.
Sudah Sejak Lama Aku Membenci Kekacauan Gilamu.
Sudah Sejak Lama Aku Membenci Keceriaan Bohongmu.

Hai Ibukota Yang Dirancang Dengan Buruk Rupa.
Banyak Orang Terkubur Kelam Berharap Padamu.
Tukang Ngamen, Tukang Parkir Ilegal, Tukang Bangkrut, Tukang Sarjana Pengangguran, Tukang Putus Sekolah Pengangguran Dan Sejenisnya Segala Tukang Yang Harus Terseok-seok Di Bawah Sombong Gedungmu.

Hai Ibukota Yang Dijalankan Dengan Tamak Serakah.
Banyak Orang Terikat Gembira Berharap Padamu.
Tukang Korupsi, Tukang Direktur Pelit, Tukang Politik Bejat, Tukang Dokter Kufur, Tukang Mafia Laknat Dan Sejenisnya Segala Tukang Yang Harus Tertawa-tawa Di Atas Sombong Gedungmu.


Hai Ibukota Yang Dikembangkan Oleh Kebodohan Sistemik.
Aku Benci Ketika Engkau Menjadi Seperti Juru Selamat Bagi Anak Lugu Petani Kami.
Aku Benci Ketika Engkau Menjadi Seperti Surga Indah Bagi Anak Soleh Pesantren Kami.
Aku Benci Ketika Engkau Menjadi Seperti Tempat Impian Bagi Anak Cerdas Desa Kami.
Aku Benci Ketika Engkau Menjadi Seperti Sumber Utama Bagi Anak Hebat Pertiwi Kami.

Hai Ibukota Yang Diwarisi Oleh Busuknya Tirani.
Bagiku Engkau Hanya Tempat Olok-olok Cuih!
Langganan Banjir Kiriman, Titik Macet Irasional, Panas Terik Mengejutkan, Bejibun Kepadatan Naudzubillah Dan Segala Jenis Bencana Yang Harus Tercampur-aduk Di Sekitar Denyut Sesak Jantungmu.

Hai Ibukota Yang Dimahkotai Oleh Kegagalan Peraturan.
Bagiku Engkau Hanya Tempat Puja-puji Geli.
Kubangan Tipu Muslihat, Sudut Masturbasi Politik, Tempat Kejam Perikehewanan, Pusat Ketamakan Sekelompok Orang Dan Segala Jenis Aib Yang Harus Terombang-ambing Di Sekitar Denyut Sesak Jantungmu.


Aku Membencimu Ibukota Sama Seperti Aku Membenci Omongan-omongan Menjatuhkanku.
Aku Membencimu Jakarta Sama Seperti Aku Membenci Tokoh-tokoh Penghisap Rakus APBN.
Aku Membencimu Ibukota Sama Seperti Aku Membenci Kegagalan Merayu Gombal Perempuan.
Aku membencimu Jakarta Sama Seperti Aku Membenci Produk-produk Negeri Plagiat Malaysia.

Ya!
Kebencianku Padamu Memang Tak Akan Mengancam Kestabilan Rotor Ekonomi-mu.
Kebencianku Padamu Memang Tak Akan Merusak Lancarnya Mesin Kedigdayaanmu.
Kebencianku Pun Padamu Memang Tak Akan Menghentikan Bencana Banjir Mendarah Daging.
Kebencianku Pun Padamu Memang Tak Akan Menghentikan Kemacetan Berakar Turun-temurun.

Tapi!
Kau Harus Ingat Jakarta!
Kembalikan Putra-Putri Daerah Kami!
Kembalikan Semangat Putra-Putri Daerah Kami Membangun Daerahnya!
Kembalikan!
Kembalikan!
Kembalikan...
Kembalikan...

Jakarta, Duhai Kota Gagal Yang Tak Lagi Cantik.
Aku... Membencimu...
________________________________________________
Tangerang, 25 Desember 2012.
20:35 WIB
Di Tengah Hujan Syahdu, Yang Seolah Enggan Berhenti.
Demi Pindahnya Ibukota.
Demi Pulangnya Putra-Putri Daerah Membangun Tanah Kelahirannya.

This Is Not About Bali Apalagi Hawaiian Island...

Kamis, 22 November 2012

Minggu, 18 Nopember kemaren, gw bersama kluarga jalan2 bareng coy... Tercatat Agung Herdiansyah (gw/Bgenk Kasep), si Belo (Abang Kedua gw), si Gori (Adek gw yg bedanya cuma 15 bulan sama gw), Trus si Itachi Akhira (Adek Bungsu gw), My Emak, My Abah, Kakak Ipar gw yg gak bisa di temenin abang tertua gw cz tugas katanya, si Elsa ponakan gw trus sama dua bocah si Amel + si Irgi yang tak lain adalah sepupu gw...

Lanjut...

Sebenernya gw malu kalo harus ceritain tentang jalan-jalan kali ini. Yuppzz, orang-orang jalan-jalannya ke Bali, Lombok ato Hawaiian Island baru deh dengan bangga di posting di blognya. Tapi gw, Tanjung Kait men... Hihihihi :) :) :)

Tapi GPP (Gak aPa-aPa), karena ini menyangkut daerah asal gw yang gw cintai (dibaca : Tangerang, yang semakin kotor, padat, panas, macet dan bullshit) makanya gw dengan bangga hati posting nih cerita demi kemajuan sekaligus kritik lembut untuk pemda yang gw sayang (asal ada uang).. :D

Tanjung Kait, yoii... sebenernya itu adalah sebuah pantai yang merupakan salah satu primadona di Kabupaten Tangerang. Buktinya kalo tiap Lebaran, Tahun Baru ato liburan panjang nih pantai padat merayap bray (Jalanan kaleee padat merayap)...
Si Elsa, Tachi, Amel & Irgi asikk bener ya maenin aer keruh, jadi ilfil gw deketin mereka.. Hahahaha...
Gambar di atas adalah salah satu spot berenang di tanjung kait yang sebenernya gak layak. Tapi mo gimana lagi, memang keadaanya seperti itu. Dan makin mengkhawatirkan setiap tahunnya. Gw sih berharap, Pemda mau memberikan sedikit perhatiaannya untuk kelestarian nih pantai. Minimal, Pemda mau mengirimkan orang dengan rutin untuk mensosialisasikan masyarakat di Tanjung Kait agar menjaga kelestarian Pantai mereka. Gw sih bermimpi agar tanjung kait punya area khusus berenang yang dipagari bambu ato tambang supaya sampah gak masuk. Resort? Hmmm, itu mungkin mimpi yang tak terbeli untuk saat ini bagi pantai Tanjung Kait.

Paragraf Alhamdulillah

Minggu, 28 Oktober 2012

Tahun ini gw kuliah (meski patungan bareng bokap)
Tahun ini gw kerja tanpa tekanan (meski hasil tak tetap)
Tahun ini gw punya Laptop+PC (meski itu kredit)
Tahun ini gw punya motor bebek (meski itu kredit)
Tahun ini gw masih ngerayain Lebaran Haji (meski belum berkurban)
Tahun ini gw masih berkumpul lengkap dengan keluarga (meski kadang masih sering adu pendapat)
Alhamdulillah Hirabbil Alamin
Cuma itu yang gw bilang
Besok harus tetap semangat
Agar cacian waktu tak lagi menusuk, merajam kulit, menendang kalbu, menjadi parasit
Sehingga cita-cita tak harus terbuang tersia-siakan
Alhamdulillah Hirabbil Alamin

Tangerang, 28 Oktober 2012
01:21 WIB